
Penilaian buku pelajaran yang diselenggarakan Badan Standard Nasional Pendidikan (BSNP)-Pusat Perbukuan (Pusbuk)-Dinas Pendidikan RI kali ini makin jlimet. Itu yang saya dapati saat ini ketika memperbaiki beberapa naskah berdasarkan koreksi dari tim penilai. Dari beberapa temuan tersebut, saya mencatat yang paling pokok seperti berikut.
Pertama, pada penilaian sebelumnya, penyajian materi dalam buku pelajaran boleh dengan sekedar menyajikannya dengan bahasa penulis sendiri asalkan mudah dipahami oleh siswa. Acuan referensi tidak “ngotot” harus disebutkan. Misalnya, ketika menerangkan tentang dalil “rasa malu” dulu cukup dengan menyajikannya seperti ini:
Rasa malu merupakan salah satu sifat terpuji. Orang beriman harus memiliki rasa malu, baik di hadapan manusia maupun di hadapan sang Khaliq. Bahkan malu merupakan bagian dari iman, sebagaimana sabda Rasulullah saw. yang artinya, “Dari Ibnu Umar r.a., ia mengatakan bahwa Rasulullah saw. telah bersabda, “Malu itu sebagian dari iman”. (H.R. Bukhari).
Adapun kini harus menyajikannya seperti ini:
Rasa malu merupakan salah satu sifat terpuji. Orang beriman harus memiliki rasa malu, baik di hadapan manusia maupun di hadapan sang Khaliq. Bahkan malu merupakan bagian dari iman, sebagaimana sabda Rasulullah saw. yang dikemukakan dalam Kitab Sahih Bukhari Hadis ke 24, yang artinya, “Dari Ibnu Umar r.a., ia mengatakan bahwa Rasulullah saw. telah bersabda, “Malu itu sebagian dari iman”. (H.R. Bukhari).
Contoh lain, dulu misal seperti ini:
Menurut Quraish Shihab, “Kandungan Q.S. Al-Baqarah 148 adalah…”.
Sekarang harus seperti ini:
Menurut Quraish Shihab, dalam Tafsir Al Mishbah Jilid 1 Hal. 204, “Kandungan Q.S. Al-Baqarah 148 adalah…”.
Kedua, buku-buku acuan yang digunakan harus buku-buku yang memiliki “Otoritas” (diakui validitasnya secara masyhur). Misalnya dalam masalah FIQIH bukunya Ibnu Rusyd dan Sayyid Sabiq yang asli (BUKAN TERJEMAHAN), sementara buku Fiqih karya Sulaiman Rasyid (walaupun terkenal di Indonesia). tidak begitu diakui. Intinya buku yang tidak terkenal “tidak dipercaya”.
Ketiga, buku-Buku acuan (Indonesia khususnya) harus buku-buku terbitan terbaru di atas tahun 2005/2006 atau lebih baru lagi. Buku-buku tahun 80-an “DITENDANG”.
Keempat, pembahasan sebuah masalah harus selalu disertai contoh kasus nyata yang terjadi DI INDONESIA dan MASYHUR. Misalnya ketika menerangkan tentang TOBAT, tidak cukup menjelaskan pengertian tobat, rukun tobat, tujuan tobat, hukum tobat, dalil perintah tobat, dan hikmah tobat. Akan tetapi harus disertai kasus Indonesia banget yang Mashur. Contohnya Kasus Tobatnya Ustaz Jefry Al Bukhari. Kalo Tobatnya Vidzas Erdien nggak bakalan dianggap.
Ya itulah sedikit catatan untuk Sobat yang berniat untuk menulis buku pelajaran nantinya. Tulisan ini bukan untuk menyurutkan semangat Sobat, tetapi justru untuk memacu agar meningkatkan lagi kualitas. Semoga bisa jadi bahan pelajaran. Karena ke depan, Buku-buku pelajaran yang diterbitkan oleh sebuah penerbit harus selalu sudah lulus penilaian BSNP-PUSBUK-Dinas Pendidikan RI. Buku-buku yang tidak lulus tidak boleh terbit. Jika pun memaksakan diri diterbitkan, resiko denda dan penjara menanti owner penerbit nakal seperti itu.
Incoming search terms:
- penilaian buku bsnp
- penilaian buku bsnp 2011
- standar penulisan buku bsnp
- qurais shihab tempo dulu
- penilaian sebuah buku pelajaran layak terbit atau tidak
- penilaian pusbuk
- arti lulus pusbuk
- penilaian buku ajar bahasa indonesia
- penilaian buku
- kriteria menulis buku menurut pusbuk 2010
- daftar penerbit buku pelajaran terbagus
- bsnp penilaian buku
- terjemahan dan tafsir S Al - Baqarah : 21 oleh Quraish Shihab
Related posts:








{ 86 comments… read them below or add one }
wah, makin berat ya Kang. Tapi kalau lihat contoh di atas, hasilnya memang akan semakin bagus.
Info berharga Kang, agar yang berminat makin melengkapi diri.
@suarakelana, Iya Kang, tantangan hehe… Harapannya memang tentunya demi peningkatan kualitas itu.
Mudah-mudahan mampu melahirkan penulis-penulis andal yang tidak sekedar membajak karya orang, tetapi benar-benar mengkaji dan menyajikannya kembali dengan baik dan mudah dipahami
Menulis memang merupakan level penguasaan bahasa tertinggi.
@M Mursyid PW, Betul Pak, memang tidak sembarang orang mampu melakukannya dengan baik
hmm, saya jadi paham dikit2 nih tentang buku pejaran skrg.
memang, seharusnya ada perkembangan untuk penyesuaian zaman kang.. walau sedikit njlimet, tapi untuk hasil yang memuaskan, saya rasa kita perlu support..
@FM, Yup sepakat Mas, secara umum kita mengharapkan apa pun yang terbaik. Maka di saat ada program yang ditujukan untuk kebaikan, di situ kita harus ada, mendukungnya
kalau buku pelajaran tempo dulu tiap tahun pelajaran baru masih bisa diwariskan kepada adik ataupun saudara, apakah buku2 pelajaran saat ini masih bisa seperti itu??
@aming, Sama seperti itu, malah sekarang banyak yang gratis dari pemerintah, tinggal unduh aza
buku pelajaran ya kang,
wah sekarang banyak kang beragam deuih. Jd inget dulu waktu skolah..
bawa buku pelajaran seabrek..
@hakkyrohman, Kalo saya dulu sekolah malah jarang bawa buku
Paling bawa kertas buat coret-coret di saku-in
Akhir-akhir ini makin halus saja proses cuci otak di kalangan kaum akademis. Hati-hati pemikiran penulis buku dimasuki paham-paham zionis kang.
Kita tidak sadar efeknya sampai tahu-tahu anak cucu kita telah berperilaku menyimpang dari ajaran pendahulunya.
@Agus Siswoyo, Mudah-mudahan tidak sampai sefatal itu Mas
hem mesti hati hati ni aplagi buku sejarah, hem Tips Bermanfaat. Makasih
@PooSoft-Tips Komputer, Sama-sama :thanks2
Selama itu meningkatkan kualitas, ya tak mengapa.
:thumbup
@asop, Sepakat Gan :toast
Kalo berbicara buku pelajaran sekarang, yang ada malah membingungkan.
Banyak pilihannya, hihihi…
Bagus sih sebenernya, cuma jadi pusing milihnya
@Zippy, HEhehe… iya memang terlalu banyak pilihan
wah kalo gt memang rasanya jlimet sob
@julicavero, Betul, tantangan besar
point pertama saya setuju dengan peraturannya kang, agar siswa bisa tau dengan rinci sumber apa yang kita gunakan. untuk point kedua dan tiga saya etuju dengan peraturan itu, karena buku-buku tahun baheula itu lebih berbobot. dan boleh dari buku mana saja
@Abdul Hakim, Kualitas berbobot itulah sebenarnya yang sangat penting
, itu yang saya sangat setuju!
kalau saya merasa buku pelajaran sekarang bukannya bikin pinter malah bikin pusing.. buku makin tebel makin mahal tapi sebenarnya inti dari ilmunya cuma 50 % dari jumlah halaman bukunya.. sungguh disayangkan orang mencari keuntungan yang besar dikala para penerus bangsa yang haus ilmu tidak membutuhkan buku yang neko-neko… :2thumbup
@Arief Rizky Ramadhan, Iya Dik, sebenernya sih yang dibutuhkan memang kualitas isi buku. Tapi… ya itulah adanya negeri kita
@Erdien, ya namanya penerbit kan juga perusahaan dimana mencari keuntungan juga.. hem.. saya rasa buku kualitas oke tipis tapi mantap layak dijual mahal dibandingkan buku tebal tapi gak ngerti apa isinya..
persis sama kayak skripsi saya mas, jadi harus ilmiah ya buku sekarang, tentu tujuannya agar makin bisa dipertanggung jawabkan isi dari buku tersebut
kalau skripsi cukup,
Menurut nama penulis (tahun : halaman), “teori”.
hehe
kacau salah pilih email, gravatar ga keluar :hammer
@Maksum Priangga, Avatar yang atas jadi serem ya, nggak ganteng kek aslinya :ngakaks
@Maksum Priangga, Iya Mas, kek nulis skripsi, bahkan lebih ribet emang
makasih pak infonya, sekedar blog walking cari inspirasi..
salam kenal..
@blog buat seo, Sama-sama Nak
, monggo dilanjut! :thanks2
punten kang, abdi hoyong numpang ngalangkung ah… kalo urusan ayat suci, abdi teu ngartos..
@mh, Alhamdulillah… basa Sundanya mengalir indah Mas
===
Sumangga Agan, pihatur saaya-aya, sawios teu kedah repot-repot. Ku kasumpinganana oge tos pirang-pirang bingah
Saya pernah berminat untuk menulis buku pelajaran komputer tetapi karena prosedur seperti itu…..saya tidak lulus2 heheheh maklum saya ini orang lapangan jadi bahasanya juga bahasa orang lapangan. Sukses untuk bapak!
@belajar_komputer, Nanti kalo ada penilaian buku TIK lagi, kita kerja sama aza yuk Pak, Bapak yang nulis, saya editingnya
Sukses juga untuk Bapak, amin!
seharusnya memang demikian…
menulis dengan memberikan referensi yang terpercaya, sehingga bisa dipertanggung jawabkan.
@Octa Dwinanda, Mungkin aturan ini muncul karena memang saya sering juga menemukan penulis yang nakal. Misalnya dia bilang sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim. Ternyata pas saya cek hadis tersebut tidak ada di sahih bukhari Muslim, adanya ternyata di hadis Tirmizi misalnya
salam kenal dari dalang bartim……..
memang rumit ya pak…….
wah…. penyampaianya juga kok harus ditulis, apakah tidak malah membosankan dan bagai mana spontanitas pengajar ketika harus memberikan contoh-contoh referensi yang lain,
salam sukses selalu pak……….
@ngatirin, Salam kenal juga :thanks2
Ya begitulah adanya, memang terlihat lebih kaku
wah ternyata ribet juga ya mau bikin buku pelajaran,, baru tahu aq,,,
@johan zeroseven, Lumayan
Tapi kalo nyoa sendiri nulis, nggak seribet yang dibayangkan sieh
makin berat yah Mas, tapi menurut saya, masih banyak ilmu ilmu lain di buku buku lama yang masih bagus, sayang banget kalo harus ditendang .
@Imam Herlambang, Sepakat Mas, seperti itu pula yang ada di benak saya. Cuman, kalo dah penguasa yang bikin aturan, kalo buku kita mo lulus ya terpaksa mengikuti aturan itu
@Erdien, iya, sayang yah penguasa nya ga kreatif
Seharusnya bahasa buku juga harus mengalir, jangan terlalu kaku, agar para siswa mau membaca
@BIT, Saya sepakat dengan hal itu, namun penulisan buku pelajaran itu harus berdasar aturan formal. Jadi kadang hal kaku itu dalam situasi tertentu tidak bisa dihindari
Naha Ari budak sakola ayeuna loba teuing LKS nya yi, teu jiga bareto jaman2 urang :bingung
@2R, Muhun, leres pisan Kang
wah….emang rada-rada perlu perhatian ekstra…selama ini kalo posting gak pake aturan macem-macem bebas ajah, mudah-mudahan aturannya tidak berlaku untuk dunia blogging
@ekopras, Hehehe kalo ngeblog keknya bebas aza Pak, saya juga kalo ngeblog nggak pake aturan editorial
Mungkin maksudnya agar anak didik yang membaca buku tersebut, ngertinya tidak setengah-setengah, giitu ya kang? izin meninggalkan jejak dan salam kenal..
@Arie Iswadi, Salah satunya begitu, selain untuk mengatasi penulis yang sering nakal
Salam kenal juga, makasih dah mampir di Sundagasik :thanks2
ini para penerbit buku yang paling jago urusan kayak gene… tapi kenapa kok buku2 lama musti ditendang.. kayaknya kok sayang banget itu..kan di dalamnya jg ada ilmu yg masih bermanfaat..
@elmoudy, Emang sangat disayangkan, tapi kalo urusannya udah berkaitan dengan lulus dan tidak, terpaksa diturutin
semoga dengan demikian peserta didik merasa tertarik untuk mencari buku2 referensi lebih banyak dalam memahami materi …
dan semoga pendidikan di Indonesia bisa lebih menunjukkan taringnya …
salam akrab dari burung hantu …
@Denuzz BURUNG HANTU, Mudah-mudahan seperti itu
Salam :thanks2
Dengan cara yang baru, seperti lebih detail Kang, dari satu sisi cukup merepotkan guru tetapi dari sisi pengetahuan lebih baik.
@Aldy~PF, Hrapannya usaha ini membuahkan hasil baik memang. Semoga aza
hmmm… sepertinya cukup rumit juga ya. Tapi mengapa harus seperti itu? apakah standar penulisan sekarang ini sudah tidak layak lagi?
*kaya wp aja nih… bolak-balik upgrade
@Haeruna, Sepertinya memang banyak yang harus diperbaiki
kenapa ya, buku pelajaran anak sekolah sekarang tidak bisa dipakai lagi oleh adiknya. setiap tahun buku bacaan yang dipakai terus berganti
@orange float, Itu bergantung pada kebijakan sekolah. Biasanya ada unsur bisnis di sana. Adapun pemerintah sudah menyediakan banya BSE Gratis, tinggal download, dan kita bebas memilih yang terbaik menurut kita
buku sekarang makin PELANGI yaitu bewarna-warni… wuihh karena mahal itu.. jadi saya takut ngebukanya dan ngebaliknya
dari sahabatmu
@tkj2com, HAHAHA… sampe segitunya ya? :ngakaks
Salam
Makasih dah mampir :thanks2
wah ternyata makin kompleks saja penilaian buku pelajaran. untung saja baru belajar nulis LKS, itu pun masih sangat awam ..
btw, thanks untuk postingan bermanfaat ini. akang janten top komentator di blog abdi, mangga dicek wae di blog abdi
@belajar investasi, Hatur nuhun Yi, akang parantos ka TKP kamari
@Erdien, leres nya kang top komentator
wilujeng nya, haturnuhun kana partisipasina dina blog belajar investasi …
@belajar investasi, Muhun leres Yi, sami-sami Yi, hatur nuhun :thanks2
agak ribet sepertinya ya,,,heheheh
@Odie, Lumayan
makasih tuk artikelnya
salam hangat dari blue
@dobleh yang malang, Salam persahabatan
Makasih dah mampir di sini :thanks2
Buku pelajaran, susah juga sih. Makin banyak, cuma yang disayangkan malah buku-buku yang muatan lokal kok pada ngga ada ya? contohnya pelajaran bahasa daerah, uih… susah nyarinya, bandingkan dengan bahasa inggris. Beu… naha bisa kitu nya kang?
@Lisand, Alesan globalisasi panginten Yi, namung akang oge nuju bade ngawitan nyerat buku basa daerah (Basa Sunda). Insya Allaoh awal 2011 terbit
Tapi yang baru ini memang lebih bagus, lebih jelas.
Untuk point pertama, yang menyebutkan sumber (Menurut Quraish Shihab, “Kandungan Q.S. Al-Baqarah 148 adalah…”), saya rasa lebih bagus jika model penulisannya seperti yang dulu tapi menggunakan catatan kaki. Lebih mudah dibaca.
@Jeprie, Sebenarnya saya juga yang seperti itu, pake catatan kaki
Tentunya hal ini demi mutu sebuah buku pelajaran
@alamendah, Iya mudah-mudahan hasilnya memang lebih baik
Bang Erdien yang baik, makasih banyak infonya. Kebetulan saya sedang menulis buku pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan SMP/MTs. Mohon do”anya bang…sekarang dah mendekati 70% an lah..Sukses selalu buat anda..!
Siiip dah kalo begitu! :2thumbup
Selamat berjuang dan sukses! :toast
lolos berapa judul bos?
Alhamdulillah banyak
Dari 30 Judul yang diajukan, 25 judul LULUS :kr
wah hebat… selamat …
ada bocoran bos: tgl 18-12-2010 di solo pusbuk ngadain sosialisasi penulisan buku untuk PLB (Pendidikan Luar Biasa) SD LB, SMP LB, dan SMA LB
persiapan saja bos …
Wah udah lewat atuh waktunya tuh
LAgian saya tinggal di Bandung
http://bsnp-indonesia.org/id/bsnp/wp-content/uploads/2011/04/PENGUMUMAN-PENILAIAN-BTP-2011.pdf
Di blg ini sudah beberapa hari lalu ada postingan tentang hal tersebut