Penilaian Buku Pelajaran Kini Makin Jlimet

by Erdien on 23/08/2010

BSNP-PUSBUKPenilaian buku pelajaran yang diselenggarakan Badan Standard Nasional Pendidikan (BSNP)-Pusat Perbukuan (Pusbuk)-Dinas Pendidikan RI kali ini makin jlimet. Itu yang saya dapati saat ini ketika memperbaiki beberapa  naskah berdasarkan koreksi dari tim penilai. Dari beberapa temuan tersebut, saya mencatat yang paling pokok seperti berikut.

Pertama, pada penilaian sebelumnya, penyajian materi dalam buku pelajaran boleh dengan sekedar menyajikannya dengan bahasa penulis sendiri asalkan mudah dipahami oleh siswa. Acuan referensi tidak “ngotot” harus disebutkan. Misalnya, ketika menerangkan tentang dalil  “rasa malu” dulu cukup dengan menyajikannya seperti ini:

Rasa malu merupakan salah satu sifat terpuji. Orang beriman harus memiliki rasa malu, baik di hadapan manusia maupun di hadapan sang Khaliq. Bahkan malu merupakan bagian dari iman, sebagaimana sabda Rasulullah saw. yang artinya,  “Dari Ibnu Umar r.a., ia mengatakan bahwa Rasulullah saw. telah bersabda, “Malu itu sebagian dari iman”. (H.R. Bukhari).

Adapun kini harus menyajikannya seperti ini:

Rasa malu merupakan salah satu sifat terpuji. Orang beriman harus memiliki rasa malu, baik di hadapan manusia maupun di hadapan sang Khaliq. Bahkan malu merupakan bagian dari iman, sebagaimana sabda Rasulullah saw. yang dikemukakan dalam Kitab Sahih Bukhari Hadis ke 24, yang artinya,  “Dari Ibnu Umar r.a., ia mengatakan bahwa Rasulullah saw. telah bersabda, “Malu itu sebagian dari iman”. (H.R. Bukhari).

Contoh lain, dulu misal seperti ini:

Menurut Quraish Shihab, “Kandungan Q.S. Al-Baqarah 148 adalah…”.

Sekarang harus seperti ini:

Menurut Quraish Shihab, dalam Tafsir Al Mishbah Jilid 1 Hal. 204, “Kandungan Q.S. Al-Baqarah 148 adalah…”.

Kedua, buku-buku acuan yang digunakan harus buku-buku yang memiliki “Otoritas” (diakui validitasnya secara masyhur). Misalnya dalam masalah FIQIH bukunya Ibnu Rusyd dan Sayyid Sabiq yang asli (BUKAN TERJEMAHAN), sementara buku Fiqih karya Sulaiman Rasyid (walaupun terkenal di Indonesia). tidak begitu diakui. Intinya buku yang tidak terkenal “tidak dipercaya”.

Ketiga, buku-Buku acuan (Indonesia khususnya) harus buku-buku terbitan terbaru di atas tahun 2005/2006 atau lebih baru lagi. Buku-buku tahun 80-an “DITENDANG”.

Keempat, pembahasan sebuah masalah harus selalu disertai contoh kasus nyata yang terjadi DI INDONESIA dan MASYHUR. Misalnya ketika menerangkan tentang TOBAT, tidak cukup menjelaskan pengertian tobat, rukun tobat, tujuan tobat, hukum tobat, dalil perintah tobat, dan hikmah tobat. Akan tetapi harus disertai kasus Indonesia banget yang Mashur. Contohnya Kasus Tobatnya Ustaz Jefry Al Bukhari. Kalo Tobatnya Vidzas Erdien nggak bakalan dianggap. :D

Ya itulah sedikit catatan untuk Sobat yang berniat untuk menulis buku pelajaran nantinya. Tulisan ini bukan untuk menyurutkan semangat Sobat, tetapi justru untuk memacu agar meningkatkan lagi kualitas. Semoga bisa jadi bahan pelajaran. Karena ke depan, Buku-buku pelajaran yang diterbitkan oleh sebuah penerbit harus selalu sudah lulus penilaian BSNP-PUSBUK-Dinas Pendidikan RI. Buku-buku yang tidak lulus tidak boleh terbit. Jika pun memaksakan diri diterbitkan, resiko denda dan penjara menanti owner penerbit nakal seperti itu.

Cafe Bisnis Online Bisnis Laris | Bisnis Foredi | Bisnis Obat Kuat Solusi Atasi Ejakulasi Dini | Menjadikan Pria Perkasa Tahan Lama Web Hosting Murah dan Handal | Reseller Hosting Murah Berkualitas | Reseller Domain Paling Murah

Incoming search terms:

Related posts:

  1. Ini Dia Tips Menulis Buku Pelajaran
  2. Ini Alasan Saya Menulis Buku Pelajaran

Article by

Agen Resmi FOREDI dan Semua Produk Unggulan Persembahan PT ABE. MID:0020712 | Phone:082118154414 | Email:vierdien@gmail.com | FB:Vidzas Erdien | Twitter:VidzasErdien

{ 86 comments… read them below or add one }

suarakelana August 23, 2010 at 02:21

wah, makin berat ya Kang. Tapi kalau lihat contoh di atas, hasilnya memang akan semakin bagus.
Info berharga Kang, agar yang berminat makin melengkapi diri.

Reply

Erdien August 23, 2010 at 04:56

@suarakelana, Iya Kang, tantangan hehe… Harapannya memang tentunya demi peningkatan kualitas itu.
Mudah-mudahan mampu melahirkan penulis-penulis andal yang tidak sekedar membajak karya orang, tetapi benar-benar mengkaji dan menyajikannya kembali dengan baik dan mudah dipahami :)

Reply

M Mursyid PW August 23, 2010 at 04:21

Menulis memang merupakan level penguasaan bahasa tertinggi.

Reply

Erdien August 24, 2010 at 04:50

@M Mursyid PW, Betul Pak, memang tidak sembarang orang mampu melakukannya dengan baik :)

Reply

FM August 23, 2010 at 05:31

hmm, saya jadi paham dikit2 nih tentang buku pejaran skrg.

memang, seharusnya ada perkembangan untuk penyesuaian zaman kang.. walau sedikit njlimet, tapi untuk hasil yang memuaskan, saya rasa kita perlu support..

Reply

Erdien August 23, 2010 at 07:33

@FM, Yup sepakat Mas, secara umum kita mengharapkan apa pun yang terbaik. Maka di saat ada program yang ditujukan untuk kebaikan, di situ kita harus ada, mendukungnya :)

Reply

aming August 23, 2010 at 09:12

kalau buku pelajaran tempo dulu tiap tahun pelajaran baru masih bisa diwariskan kepada adik ataupun saudara, apakah buku2 pelajaran saat ini masih bisa seperti itu??

Reply

Erdien August 23, 2010 at 10:25

@aming, Sama seperti itu, malah sekarang banyak yang gratis dari pemerintah, tinggal unduh aza :)

Reply

hakkyrohman August 23, 2010 at 12:32

buku pelajaran ya kang,
wah sekarang banyak kang beragam deuih. Jd inget dulu waktu skolah..
bawa buku pelajaran seabrek..

Reply

Erdien August 24, 2010 at 04:21

@hakkyrohman, Kalo saya dulu sekolah malah jarang bawa buku :)
Paling bawa kertas buat coret-coret di saku-in :D

Reply

Agus Siswoyo August 23, 2010 at 13:47

Akhir-akhir ini makin halus saja proses cuci otak di kalangan kaum akademis. Hati-hati pemikiran penulis buku dimasuki paham-paham zionis kang.

Kita tidak sadar efeknya sampai tahu-tahu anak cucu kita telah berperilaku menyimpang dari ajaran pendahulunya.

Reply

Erdien August 24, 2010 at 04:21

@Agus Siswoyo, Mudah-mudahan tidak sampai sefatal itu Mas :D

Reply

PooSoft-Tips Komputer August 23, 2010 at 14:25

hem mesti hati hati ni aplagi buku sejarah, hem Tips Bermanfaat. Makasih

Reply

Erdien August 24, 2010 at 04:22

@PooSoft-Tips Komputer, Sama-sama :thanks2

Reply

asop August 23, 2010 at 18:08

Selama itu meningkatkan kualitas, ya tak mengapa. :) :thumbup

Reply

Erdien August 24, 2010 at 04:22

@asop, Sepakat Gan :toast

Reply

Zippy August 23, 2010 at 21:26

Kalo berbicara buku pelajaran sekarang, yang ada malah membingungkan.
Banyak pilihannya, hihihi…
Bagus sih sebenernya, cuma jadi pusing milihnya :D

Reply

Erdien August 24, 2010 at 04:23

@Zippy, HEhehe… iya memang terlalu banyak pilihan :D

Reply

julicavero August 24, 2010 at 09:49

wah kalo gt memang rasanya jlimet sob

Reply

Erdien August 24, 2010 at 11:28

@julicavero, Betul, tantangan besar :D

Reply

Abdul Hakim August 24, 2010 at 17:21

point pertama saya setuju dengan peraturannya kang, agar siswa bisa tau dengan rinci sumber apa yang kita gunakan. untuk point kedua dan tiga saya etuju dengan peraturan itu, karena buku-buku tahun baheula itu lebih berbobot. dan boleh dari buku mana saja

Reply

Erdien August 25, 2010 at 06:50

@Abdul Hakim, Kualitas berbobot itulah sebenarnya yang sangat penting :D , itu yang saya sangat setuju!

Reply

Arief Rizky Ramadhan August 24, 2010 at 19:06

kalau saya merasa buku pelajaran sekarang bukannya bikin pinter malah bikin pusing.. buku makin tebel makin mahal tapi sebenarnya inti dari ilmunya cuma 50 % dari jumlah halaman bukunya.. sungguh disayangkan orang mencari keuntungan yang besar dikala para penerus bangsa yang haus ilmu tidak membutuhkan buku yang neko-neko… :2thumbup

Reply

Erdien August 25, 2010 at 06:48

@Arief Rizky Ramadhan, Iya Dik, sebenernya sih yang dibutuhkan memang kualitas isi buku. Tapi… ya itulah adanya negeri kita :D

Reply

Arief Rizky Ramadhan August 26, 2010 at 19:34

@Erdien, ya namanya penerbit kan juga perusahaan dimana mencari keuntungan juga.. hem.. saya rasa buku kualitas oke tipis tapi mantap layak dijual mahal dibandingkan buku tebal tapi gak ngerti apa isinya..

Reply

Maksum Priangga August 25, 2010 at 00:19

persis sama kayak skripsi saya mas, jadi harus ilmiah ya buku sekarang, tentu tujuannya agar makin bisa dipertanggung jawabkan isi dari buku tersebut :)

kalau skripsi cukup,

Menurut nama penulis (tahun : halaman), “teori”.

hehe

Reply

Maksum Priangga August 25, 2010 at 00:20

kacau salah pilih email, gravatar ga keluar :hammer

Reply

Erdien August 25, 2010 at 06:45

@Maksum Priangga, Avatar yang atas jadi serem ya, nggak ganteng kek aslinya :ngakaks

Reply

Erdien August 25, 2010 at 06:43

@Maksum Priangga, Iya Mas, kek nulis skripsi, bahkan lebih ribet emang :D

Reply

blog buat seo August 25, 2010 at 04:55

makasih pak infonya, sekedar blog walking cari inspirasi..
salam kenal.. :)

Reply

Erdien August 25, 2010 at 06:40

@blog buat seo, Sama-sama Nak :) , monggo dilanjut! :thanks2

Reply

mh August 25, 2010 at 06:05

punten kang, abdi hoyong numpang ngalangkung ah… kalo urusan ayat suci, abdi teu ngartos..

Reply

Erdien August 25, 2010 at 06:38

@mh, Alhamdulillah… basa Sundanya mengalir indah Mas :)
===
Sumangga Agan, pihatur saaya-aya, sawios teu kedah repot-repot. Ku kasumpinganana oge tos pirang-pirang bingah :)

Reply

belajar_komputer August 25, 2010 at 07:36

Saya pernah berminat untuk menulis buku pelajaran komputer tetapi karena prosedur seperti itu…..saya tidak lulus2 heheheh maklum saya ini orang lapangan jadi bahasanya juga bahasa orang lapangan. Sukses untuk bapak!

Reply

Erdien August 25, 2010 at 08:31

@belajar_komputer, Nanti kalo ada penilaian buku TIK lagi, kita kerja sama aza yuk Pak, Bapak yang nulis, saya editingnya :D
Sukses juga untuk Bapak, amin!

Reply

Octa Dwinanda August 25, 2010 at 09:50

seharusnya memang demikian…
menulis dengan memberikan referensi yang terpercaya, sehingga bisa dipertanggung jawabkan.

Reply

Erdien August 26, 2010 at 11:15

@Octa Dwinanda, Mungkin aturan ini muncul karena memang saya sering juga menemukan penulis yang nakal. Misalnya dia bilang sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim. Ternyata pas saya cek hadis tersebut tidak ada di sahih bukhari Muslim, adanya ternyata di hadis Tirmizi misalnya :D

Reply

ngatirin August 25, 2010 at 13:41

salam kenal dari dalang bartim……..
memang rumit ya pak…….
wah…. penyampaianya juga kok harus ditulis, apakah tidak malah membosankan dan bagai mana spontanitas pengajar ketika harus memberikan contoh-contoh referensi yang lain,
salam sukses selalu pak……….

Reply

Erdien August 25, 2010 at 21:39

@ngatirin, Salam kenal juga :thanks2
Ya begitulah adanya, memang terlihat lebih kaku :D

Reply

johan zeroseven August 25, 2010 at 16:44

wah ternyata ribet juga ya mau bikin buku pelajaran,, baru tahu aq,,,

Reply

Erdien August 25, 2010 at 21:40

@johan zeroseven, Lumayan :D
Tapi kalo nyoa sendiri nulis, nggak seribet yang dibayangkan sieh :)

Reply

Imam Herlambang August 25, 2010 at 17:42

makin berat yah Mas, tapi menurut saya, masih banyak ilmu ilmu lain di buku buku lama yang masih bagus, sayang banget kalo harus ditendang .

Reply

Erdien August 25, 2010 at 21:43

@Imam Herlambang, Sepakat Mas, seperti itu pula yang ada di benak saya. Cuman, kalo dah penguasa yang bikin aturan, kalo buku kita mo lulus ya terpaksa mengikuti aturan itu :D

Reply

Imam Herlambang August 26, 2010 at 19:15

@Erdien, iya, sayang yah penguasa nya ga kreatif :D

Reply

BIT August 25, 2010 at 21:45

Seharusnya bahasa buku juga harus mengalir, jangan terlalu kaku, agar para siswa mau membaca

Reply

Erdien August 26, 2010 at 02:52

@BIT, Saya sepakat dengan hal itu, namun penulisan buku pelajaran itu harus berdasar aturan formal. Jadi kadang hal kaku itu dalam situasi tertentu tidak bisa dihindari

Reply

2R August 26, 2010 at 03:12

Naha Ari budak sakola ayeuna loba teuing LKS nya yi, teu jiga bareto jaman2 urang :bingung

Reply

Erdien August 26, 2010 at 05:40

@2R, Muhun, leres pisan Kang :D

Reply

ekopras August 26, 2010 at 06:04

wah….emang rada-rada perlu perhatian ekstra…selama ini kalo posting gak pake aturan macem-macem bebas ajah, mudah-mudahan aturannya tidak berlaku untuk dunia blogging

Reply

Erdien August 26, 2010 at 11:23

@ekopras, Hehehe kalo ngeblog keknya bebas aza Pak, saya juga kalo ngeblog nggak pake aturan editorial :D

Reply

Arie Iswadi August 26, 2010 at 07:31

Mungkin maksudnya agar anak didik yang membaca buku tersebut, ngertinya tidak setengah-setengah, giitu ya kang? izin meninggalkan jejak dan salam kenal..

Reply

Erdien August 26, 2010 at 11:29

@Arie Iswadi, Salah satunya begitu, selain untuk mengatasi penulis yang sering nakal :D
Salam kenal juga, makasih dah mampir di Sundagasik :thanks2

Reply

elmoudy August 26, 2010 at 08:53

ini para penerbit buku yang paling jago urusan kayak gene… tapi kenapa kok buku2 lama musti ditendang.. kayaknya kok sayang banget itu..kan di dalamnya jg ada ilmu yg masih bermanfaat..

Reply

Erdien August 26, 2010 at 11:30

@elmoudy, Emang sangat disayangkan, tapi kalo urusannya udah berkaitan dengan lulus dan tidak, terpaksa diturutin :D

Reply

Denuzz BURUNG HANTU August 26, 2010 at 17:09

semoga dengan demikian peserta didik merasa tertarik untuk mencari buku2 referensi lebih banyak dalam memahami materi …
dan semoga pendidikan di Indonesia bisa lebih menunjukkan taringnya …

salam akrab dari burung hantu …

Reply

Erdien August 26, 2010 at 21:11

@Denuzz BURUNG HANTU, Mudah-mudahan seperti itu :D
Salam :thanks2

Reply

Aldy~PF August 26, 2010 at 19:17

Dengan cara yang baru, seperti lebih detail Kang, dari satu sisi cukup merepotkan guru tetapi dari sisi pengetahuan lebih baik.

Reply

Erdien August 26, 2010 at 21:13

@Aldy~PF, Hrapannya usaha ini membuahkan hasil baik memang. Semoga aza :)

Reply

Haeruna August 26, 2010 at 21:20

hmmm… sepertinya cukup rumit juga ya. Tapi mengapa harus seperti itu? apakah standar penulisan sekarang ini sudah tidak layak lagi?
*kaya wp aja nih… bolak-balik upgrade ;)

Reply

Erdien August 27, 2010 at 08:32

@Haeruna, Sepertinya memang banyak yang harus diperbaiki :)

Reply

orange float August 26, 2010 at 22:31

kenapa ya, buku pelajaran anak sekolah sekarang tidak bisa dipakai lagi oleh adiknya. setiap tahun buku bacaan yang dipakai terus berganti

Reply

Erdien August 27, 2010 at 08:34

@orange float, Itu bergantung pada kebijakan sekolah. Biasanya ada unsur bisnis di sana. Adapun pemerintah sudah menyediakan banya BSE Gratis, tinggal download, dan kita bebas memilih yang terbaik menurut kita :D

Reply

tkj2com August 27, 2010 at 03:16

buku sekarang makin PELANGI yaitu bewarna-warni… wuihh karena mahal itu.. jadi saya takut ngebukanya dan ngebaliknya
dari sahabatmu

Reply

Erdien August 27, 2010 at 08:34

@tkj2com, HAHAHA… sampe segitunya ya? :ngakaks
Salam
Makasih dah mampir :thanks2

Reply

belajar investasi August 27, 2010 at 11:08

wah ternyata makin kompleks saja penilaian buku pelajaran. untung saja baru belajar nulis LKS, itu pun masih sangat awam ..
btw, thanks untuk postingan bermanfaat ini. akang janten top komentator di blog abdi, mangga dicek wae di blog abdi :-)

Reply

Erdien August 30, 2010 at 15:55

@belajar investasi, Hatur nuhun Yi, akang parantos ka TKP kamari :)

Reply

belajar investasi August 30, 2010 at 17:41

@Erdien, leres nya kang top komentator :-) wilujeng nya, haturnuhun kana partisipasina dina blog belajar investasi …

Reply

Erdien August 30, 2010 at 19:27

@belajar investasi, Muhun leres Yi, sami-sami Yi, hatur nuhun :thanks2

Reply

Odie August 30, 2010 at 20:48

agak ribet sepertinya ya,,,heheheh

Reply

Erdien August 31, 2010 at 04:28

@Odie, Lumayan :)

Reply

dobleh yang malang August 30, 2010 at 22:05

makasih tuk artikelnya
salam hangat dari blue

Reply

Erdien August 31, 2010 at 04:28

@dobleh yang malang, Salam persahabatan :)
Makasih dah mampir di sini :thanks2

Reply

Lisand August 30, 2010 at 22:13

Buku pelajaran, susah juga sih. Makin banyak, cuma yang disayangkan malah buku-buku yang muatan lokal kok pada ngga ada ya? contohnya pelajaran bahasa daerah, uih… susah nyarinya, bandingkan dengan bahasa inggris. Beu… naha bisa kitu nya kang?

Reply

Erdien August 31, 2010 at 04:32

@Lisand, Alesan globalisasi panginten Yi, namung akang oge nuju bade ngawitan nyerat buku basa daerah (Basa Sunda). Insya Allaoh awal 2011 terbit :)

Reply

Jeprie September 3, 2010 at 20:58

Tapi yang baru ini memang lebih bagus, lebih jelas.

Untuk point pertama, yang menyebutkan sumber (Menurut Quraish Shihab, “Kandungan Q.S. Al-Baqarah 148 adalah…”), saya rasa lebih bagus jika model penulisannya seperti yang dulu tapi menggunakan catatan kaki. Lebih mudah dibaca.

Reply

Erdien September 28, 2010 at 09:59

@Jeprie, Sebenarnya saya juga yang seperti itu, pake catatan kaki :D

Reply

alamendah September 25, 2010 at 20:55

Tentunya hal ini demi mutu sebuah buku pelajaran

Reply

Erdien September 28, 2010 at 09:58

@alamendah, Iya mudah-mudahan hasilnya memang lebih baik :D

Reply

siswanto December 12, 2010 at 15:33

Bang Erdien yang baik, makasih banyak infonya. Kebetulan saya sedang menulis buku pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan SMP/MTs. Mohon do”anya bang…sekarang dah mendekati 70% an lah..Sukses selalu buat anda..!

Reply

Erdien December 12, 2010 at 16:13

Siiip dah kalo begitu! :2thumbup
Selamat berjuang dan sukses! :toast

Reply

123 December 19, 2010 at 22:55

lolos berapa judul bos?

Reply

Erdien December 20, 2010 at 09:43

Alhamdulillah banyak
Dari 30 Judul yang diajukan, 25 judul LULUS :kr

Reply

123 December 21, 2010 at 21:42

wah hebat… selamat …
ada bocoran bos: tgl 18-12-2010 di solo pusbuk ngadain sosialisasi penulisan buku untuk PLB (Pendidikan Luar Biasa) SD LB, SMP LB, dan SMA LB
persiapan saja bos …

Reply

Erdien December 22, 2010 at 12:30

Wah udah lewat atuh waktunya tuh :D
LAgian saya tinggal di Bandung :)

Reply

xxx May 4, 2011 at 13:42
Erdien May 4, 2011 at 16:22

Di blg ini sudah beberapa hari lalu ada postingan tentang hal tersebut :D

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: