Bismillahirrahmanirrahim
Sobat-sobatku yang baik, pernahkah Anda berbasa-basi? Ato mungkin Anda sering melakukannya? Apa tujuan berbasa-basi? Sujewo Tejo bilang, “Basa-basi adalah perangkat kemunafikan”. Memang ada benarnya, karena berbasa-basi itu pada umumnya hanya bertujuan untuk sopan-santun.
Namun, dalam artikel yang saya tulis saat ini bukan basa-basi dalam hal sopan-santun, melainkan dalam doa. Maka dari itu, saya katakan, “Jangan Basa-Basi!“. Mengapa?
Dalam keseharian, baik di dunia maya maupun di dunia nyata, kita sering nemuin basa-basi seperti ini:
Salam Sukses Mas!
Semoga makin maju bisnisnya, Mba!
Semoga lancar usahanya, Pak!
Sukses selalu teman!
Namun seperti yang saya bilang, itu hanya basa-basi. Memang, basa-basi itu tidaklah buruk, basa-basi bisa menyenangkan orang lain, sedangkan menyenangkan orang lain itu baik. Akan tetapi, alangkah lebih baiknya jika doa seperti itu kita lakukan bukan hanya sebatas basa-basi, melainkan disertai dengan penuh keikhlasan. Misalnya ketika kita ucapkan, “Semoga sukses Mas!”, maka dalam hati kita pun secara spontan mengikuti, “Ya Tuhan, semoga apa yang diusahakannnya membawa kebaikan, sukses, dan penuh berkah,” misalnya. Jadi, apa yang kita ucapkan itu benar-benar diikuti dengan hati yang tulus. Doa seperti ini akan sampai kepada Sang Khaliq.
Dengan berdoa secara ikhlas buat seorang teman ato orang yang Anda kenal, maka Anda dapat dua kebaikan. Pertama, kebaikan memberikan kesenangan buat orang yang didoakan. Kedua, kebaikan ibadah dengan doa yang ikhlas itu. Dan Tuhan pun tidak akan keliru dan tidak akan menzalimi hamba-Nya.
Mungkin Sobat semua sudah maklum bahwa, “Salah satu doa yang cepat dikabulkannya oleh Sang Khaliq adalah doa seorang teman yang tidak pernah kita minta untuk mendoakan kita”. Inilah alasannya mengapa saya berkata “Jangan Basa-Basi!” dalam berdoa.
Sobat punya info lain seputar doa seorang teman? Saya tunggu sharingnya di sini.
Ma’a Najah!
Incoming search terms:
No related posts.

{ 29 comments… read them below or add one }
munggaran kang ..ngkin kommen na
@pensiun kaya, Wilujeng Yi
Maa min ‘abdin muslimin yad’uu li akhiihi bizhahril ghaybi illaa qaala malakun: “wa laka bimitsl” (H.R. Muslim)
@pensiun kaya, Hatur nuhun kana tambihanana Yi, tegep pisan tah
oh muhun, link blog ini tos dilebetkeun oge dina blogroll abdi kang, nuhun kana bantosanana
tak ada yang tahu isi hati orang lain, selain Allah..baiklah, semoga sukses selalu pak
@Ahmad Im-bisnis, Amin, wallahu yusahhil kullu amrika!
saya setuju kang, tetapi kita tetap hargai aja jika ada yang memberi ucapan seperti itu…mengenai niat dia seperti apa, bair Allah aja yang memberi balasan…
@Triagung.com, Sip, leres kitu Kang, memang masalah eusi ati mah Allah nu uninga. Perkawis silihajénan mémang kedah pisan, sangkan hirup hurip urang sauyunan.
bukan basa basiiii
jadi ingat iklan jadul hehehehe
@fanz, iYA yang tu memang Iklan Gan!
salam remaja sukses !
@Arief Rizky Ramadhan, Wa ‘alaikassalam Remaja! Teruslah bangun bangsa ini dengan potensimu!
@Erdien, oke mas terima kasih dukungannya
@Arief Rizky Ramadhan, OK! Sip, mo saya masukkan di Link Sobat sekarang
wah saya pernah basa-basi nih… haha..
ternyata itu kemunafikan
@Reza Fauzi,
Begitulah kata Sujewo Tejo
setidaknya walaupun hanya sekedar basa-basi, kita terima dengan lapang dada…. daripada tidak ada respon sama sekali..
@arsumba, Untuk hal itu saya juga setuju Sobat
Punteeen…tiasa ngiringan basa basi didieu ..Kang??? upami tiasa Abdi ngkin bade uih deui…Hatur thanks U…..
@Enutd, Oh… Sumangga dihaturanan, teu sawios-wios. Hatur nuhun tos kersa rurumpaheun sumping ka rorompok Sundagasik. Sumangga nyanggakeun saaya-aya
Artinya to the point saja ya Kang Erdien.
Btw, tata bahasanya rapi dan mantap.
Maklum editor yang nulis.
I like your writing style.
Salam ti urang Sumedang Kang…
@Kang Yudiono, Heuheuheu… heuheu…. nuju diajar keneh puguh ieu teh perkawis blog mah, benten sareng padamelan sadidinten. Sami-sami wilujeng tepang sareng urang Garut yeuh
merasa tersentil saya soalnya sering banget cuma basa basi tapi semoga kali ini enggak
@Mas kadi, untuk kebaikan sebenarnya boleh-boleh aja basa-basi. Asal jangan basanya yang basi
Makasih dah mampi Mas
Sebenernya saya juga tidak suka basa basi… Tapi ternyata berdasarkan curhat seorang teman saya jadi tahu bahwa basa basi itu kadang diperlukan, walaupun cuma sekadar bertanya kabar atau yang lainnya. Malah sekarang saya jadi suka basa basi… hehehe…. yah, mungkin tinggal dilanjutkan dengan ketulusannya aja kali ya kang hehehehe…….
@vini, Betul Bu, “Ketulusan” itu inti dari artikel di atas
yach…. semua cukup dengan senyum manis saja
Betuuu…l betulll
{ 32 trackbacks }